Publik Lebih Senang Capres Dengan Berlatar Belakang Militer

Calon presiden berlatar berlakang TNI ternyata lebih diminati publik ketimbang capres dari kalangan sipil. Publik lebih membutuhkan capres yang diasosiasikan tegas daripada yang dipersepsikan merakyat dan sederhana.

Demikian salah satu kesimpulan dari hasil quick survey terbaru Lembaga Survei Nasional (LSN) yang dilaksanakan 23 sampai dengan 26 Juni 2014. Survei dilakukan di 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Populasi dari survei ini adalah seluruh penduduk Indonesia yang sudah memiliki hak pilih dan tercantum dalam daftar pemilih tetap. Jumlah sampel sebanyak 1.070 responden yang diperoleh melalui teknik pengambilan sampel secara rambang berjenjang (multistage random sampling). Dengan simpangan kesalahan (margin of error) sebesar 3,0% dan pada tingkat kepercayaan (level of confidence) 95%.

“Ketika LSN menanyakan, apakah anda setuju atau kurang setuju terhadap kombinasi “capres berlatar berlakang TNI dan cawapresnya orang sipil”, hampir 80% responden mengaku setuju. Hanya 15,2% yang menjawab tidak setuju dan sisanya menjawab tidak tahu,” ucap Direktur Eksekutif LSN Umar S Bakry di Jakarta, Minggu (29/6/2014).

Sementara, menurut dia, ketika ditanyakan, apakah anda setuju atau kurang setuju terhadap kombinasi “capres dan cawapres keduanya dari kalangan sipil”, sebanyak 64,5% mengaku setuju. Akan tetapi, sebanyak 30,5% mengaku tidak setuju dan sisanya sekitar 5% menjawab tidak tahu.

“Ini berarti tingkat resistensi publik terhadap kombinasi capres dan cawapres dari kalangan sipil lebih tinggi daripada kombinasi capres berlatar belakang TNI dan cawapresnya sipil,” ujarnya.

Dengan demikian, kata dia, publik lebih membutuhkan capres berlatar belakang TNI daripada dari sipil. Selain mendambakan capres berlatar belakang TNI, publik juga lebih menginginkan sosok capres yang diasosiasikan bersikap tegas ketimbang capres dipersepsikan merakyat.

“Ketika LSN menanyakan, karakter capres seperti apa yang dibutuhkan Indonesia lima tahun kedepan, sebanyak 32,4% responden lebih menyebut capres yang tegas. Karakter capres yang merakyat berada di posisi kedua (20,5%), diikuti capres yang sederhana (12,3%), capres yang jujur (12,1%), dan capres yang cerdas (10,6%),” ujarnya.

Peneliti Utama LSN Gema Nusantara, mengatakan, berdasarkan analisis LSN, setidaknya ada tiga faktor utama yang menyebabkan capres berlatar belakang TNI lebih diminati. Pertama, publik membutuhkan seorang Presiden yang dapat bersikap tegas sehingga bisa membuat Indonesia lebih disegani negara-negara lain.

“Kedua, pada umumnya masyarakat kecil ketika ditanya siapa capres pilihannya, spontan menjawab yang penting aman. Ketiga, publik menilai Presiden yang berlatar belakang TNI mampu membuat Indonesia keluar dari situasi gamang selama 15 tahun pasca reformasi,” ujarnya.

Gema menambahkan, survei LSN kali ini juga dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh debat yang disiarkan secara live oleh stasiun televisi terhadap perubahan perilaku memilih (voting behavior).

Temuan LSN menunjukkan bahwa acara debat ternyata tidak mempengaruhi terjadinya fenomena perpindahan (swing) pemilih dari Prabowo-Hatta ke Joko Widodo-JK maupun sebaliknya. Debat hanya berpeluang memperebutkan pemilih yang masih tergolong undecided voters atau mereka yang belum punya pilihan.

Ketika LSN menanyakan, apakah tiga kali acara debat di televisi dapat mempengaruhi atau merubah pilihan anda dalam Pilpres 9 Juli 2014? Mayoritas responden (55,5%) mengaku tidak akan terpengaruh karena sudah mantap dengan capres pilihannya saat ini.

Hanya 30,8% yang mengaku akan mempertimbangkan performance capres-cawapres dalam debat untuk referensi menentukan pilihan, sedangkan 13,7% menjawab tidak tahu.

Sebab itu temuan LSN menunjukkan bahwa selama bulan Juni 2014, tidak ada perubahan elektabilitas yang signifikan baik untuk Prabowo-Hatta maupun Joko Widodo-JK.

Tingkat elektabilitas kedua pasangan sebagaimana ditemukan dalam survei LSN 1-8 Juni 2014 dengan survei LSN 23-26 Juni 2014 cenderung stabil. Pasangan Prabowo-Hatta masih tetap leading atas Joko Widodo-JK.

Saat LSN menanyakan, pasangan mana yang akan dipilih seandainya Pilpres dilaksanakan hari ini (saat survei dilakukan) sebanyak 46,6% responden memilih Prabowo-Hatta, kemudian 39,9% mengaku memilih Joko Widodo-JK dan 13,5% belum bisa memutuskan memilih pasangan mana (undecided voters).

Secara umum Prabowo-Hatta unggul atas Joko Widodo-JK di Indonesia bagian barat, atau di wilayah-wilayah berpenduduk padat. Sedangkan Joko Widodo-JK banyak dipilih di Indonesia bagian timur yang akumulasi jumlah pemilihnya tidak begitu besar.

Tingkat swing voters atau responden yang sudah memilih Prabowo-Hatta maupun Joko Widodo-JK namun masih ragu-ragu, masing-masing tinggal sekitar 11%. Sementara tingkat kemantapan pendukung ke dua belah pihak terus meningkat, masing-masing sudah mencapai sekitar 88%.

Dengan demikian, untuk memenangkan Pilpres 9 Juli 2014, baik Prabowo-Hatta maupun Joko Widodo-JK harus mampu merebut hati pemilih yang tergolong undecided voters yang jumlahnya sekitar 13,5%. (Miradin Syahbana Rizky/A-89)***

“Sebetulnya apa kepentingannya (kampanye hitam)? Tentu tidak ada kepentingannya soal suara hati karena suara hati enggak bisa fitnah,” kalo saya sih… 🙂 .capres

 

” PIL AJAIB ” KEBAHAGIAAN

Berbicara tentang kebahagiaan dengan seorang dokter muda.

Pada hari pertama saya hanya bilang bahagia itu sebuah kondisi emosi tentang rasa ‘senang’. Kemudian si dokter muda bertanya, bagaimana jika ada yang mengatakan : “saya melakukan ini untuk membahagiakan orang tua” artinya jika apa yang dilakukan tadi belum tercapai orang tua saya belum bahagia.

Saya hanya bilang, itu bagus..artinya anda punya dorongan yang kuat untuk mencapai tujuan anda. Tetapi izinkan saya berbicara kebahagiaan dari sudut yang lain… Kebahagiaan itu bukanlah suatu tujuan, jika anda mengejar kebahagiaan, kebahagian tidak akan pernah anda dapatkan. Kebahagiaan itu sebenarnya sudah ada di dalam diri anda.

Diskusi hari pertama selesai, dan saya pikir..dokter muda belum bisa mengerti sepenuhnya apa yang saya sampaikan. Hari kedua… Tiba-tiba saya mendapat ‘insight’ bagaimana harus mengatakan tentang kebahagiaan ini kepada seorang dokter muda Saya bertanya, ” Mas, kebanyakan pasien-pasien yang mendatangi dokter dan rumah sakit adalah mereka yang biasanya sudah parah atau mendekati parah penyakitnya?” Si dokter muda meng-iya-kan pertanyaan saya…secara umum boleh kita bilang begitu. Baik…saya melanjutkan, ada seorang pasien dengan penyakit parah mendatangi dokter, memang sang pasien hidup dengan pola yang buruk, merokok, minum alkohol berlebihan, kurang istirahat dan dengan pola makan yang buruk pula dan berharap sang dokter bisa memberikan “pil ajaib” “obat paten” yang bisa menyembuhkan penyakitnya segera.

Setelah perawatan dan meminum “pil ajaib” tersebut, kondisi pasien ini lama kelamaan sudah mulai membaik. Karena sudah mulai merasa mulai sehat ironisnya si pasien kembali lagi ke pola hidup semula. Merokok, minum alkohol berlebih, kurang istirahat, dan makan dengan pola yang buruk dan sembarangan. Saya lantas bertanya lagi… “Jika pasien tidak mengubah pola hidupnya, apakah lebih besar kemungkinan penyakitnya akan kambuh lagi, dan segera mendatangi anda lagi?” Sang dokter muda pun meng-iya-kan kembali pertanyaan saya. Kembali saya melanjutkan….

Kira-kira apa yang paling diharapkan kembali oleh pasien? Yaaa…si pasien akan kembali mengharapkan adanya sebuah “pil ajaib” tanpa dia mengubah kebiasaan hidupnya. Seperti itulah kebanyakan orang..mereka ingin sehat hanya dengan mengharapkan sebuah ‘pil ajaib’ , tanpa mereka mau mengubah pola hidupnya sehari-hari Demikian juga dengan orang yang mencari ‘kebahagiaan’

Mereka beranggapan mereka akan bahagia hanya jika mereka menemukan sebuah ‘pil ajaib’ diluar sana. Tanpa mereka mau mengubah diri mereka dahulu, bahwa kebahagiaan itu dibangun dari kebiasaan sehari-hari, kebahagiaan itu dibangun setiap hari

Banyak orang yang ingin menjadi kaya…mereka selalu berharap mendapatkan penghasilan besar bisa menyelesaikan semua masalah, tanpa mereka mau mengubah cara mereka mengatur keuangan, membelanjakan uang mereka tanpa kontrol, ketika mereka diberikan pendapatan lebih besar lagi, ternyata mereka masuk lagi ke masalah yang sama, dan berharap lagi pendapatan yang lebih besar agar dapat menyelesaikan masalah masalah mereka.

Jadi teman, ingatlah…. Anda ingin menjadi sehat, kaya, sukses dan bahagia…semuanya berawal dan sudah ada dalam diri anda…sia-sia jika kita mengejar sesuatu diluar diri kita jika diri kita tidak mengubah diri menjadi pantas menerima hal tersebut

Note : Jika anda mendapat manfaat dari tulisan ini silahkan untuk berbagi dengan men-share tulisan ini agar lebih banyak orang lagi yang mendapatkan manfaat

Cobalah Untuk Merenung

Cobalah Untuk Merenung

Sediakan beberapa menit dalam sehari untuk melakukan perenungan. Lakukan di pagi hari yang tenang, segera setelah bangun tidur. Atau di malam hari sesaat sebelum beranjak tidur. Merenunglah dalam keheningan. Jangan gunakan pikiran untuk mencari berbagai jawaban. Dalam perenungan anda tidak mencari jawaban. Cukup berteman dengan ketenangan maka anda akan mendapatkan kejernihan pikiran. Jawaban berasal dari pikiran anda yang bening. Selama berhari-hari anda disibukkan oleh berbagai hal. Sadarilah bahwa pikiran anda memerlukan istirahat. Tidak cukup hanya dengan tidur. Anda perlu tidur dalam keadaan terbangun. Merenunglah dan dapatkan ketentraman batin.

Pikiran yang digunakan itu bagaikan air sabun yang diaduk dalam sebuah gelas kaca. Semakin banyak sabun yang tercampur semakin keruh air.

Semakin cepat anda mengaduk semakin kencang pusaran. Merenung adalah menghentikan adukan. Dan membiarkan air berputar perlahan. Perhatikan partikel sabun turun satu persatu, menyentuh dasar gelas. Benar-benar perlahan. Tanpa suara. Bahkan anda mampu mendengar luruhnya partikel sabun. Kini anda mendapatkan air jernih tersisa di permukaan.

Bukankah air yang jernih mampu meneruskan cahaya.

Demikian halnya dengan pikiran anda yang bening.

 

Support by : http://facebook.com/klinikdr38

[IdeSAKTI] – Yang Saya Lakukan di tahun 2014

Tahun 2014 adalah tahun yang luar biasa bagi saya, karena di tahun ini, untuk pertama kalinya saya menghasilkan Rupiah pertama dari internet.

Paradigma saya terhadap bisnis internet berubah total.

Rp.54.000 pertama ini telah berubah menjadi Rp.540.000, Rp.5.400.000 dan seterusnya

Ketika memasuki tahun 2014, saya berpikir.

Jika saya mulai dari nol lagi…
Seandainya waktu bisa berputar kembali…

Apa yang akan saya lakukan, jika saya mau membangun bisnis online yang bisa memberikan passive income konsisten dengan lebih cepat
dan lebih mudah?

Saya akan share konten-konten premium yang berhubungan dengan membangun bisnis online dari awal di dalam blog terbaru saya
https://yandrareza.wordpress.com

Silahkan bergabung dalam VIP IdeSAKTI, untuk mendapatkan info-info bisnis online dari awal.

Semoga bermanfaat

Salam Sukses
Dt.Yandra
PS: Langsung daftar sebagai VIP IdeSAKTI di:
http://bit.ly/siaponline

Mission

Halaman ini saya berikan nama “Mission” dimana saya menaruh salah satu Misi Pribadi saya secara khusus. Dari sejak dahulu kala saya sangat suka dengan yang namanya mobil keren & mewah, tapi di satu sisi saya juga tidak ingin merengek meminta orang tua saya untuk membelikannya. Tidak tahu kenapa ya tapi kalau saya mendapatkan sesuatu yang bernilai besar dari orang tua, saya berasanya seperti tidak punya kemampuan / otak untuk bisa membelinya sendiri dan secara tidak langsung hal itu akan membuat saya terlena, puas dengan apa yang sudah saya peroleh bahkan semakin lama semakin santai dan tidak lagi produktif!

Mungkin beberapa teman dan pembaca setia tahu bahwa sebelum membangun usaha toko online, saya memiliki background pendidikan yang 100% berbeda dengan apa yang saya tekuni saat ini. Sebelumnya saya menjalani kuliah S1 jurusan keuangan dan perbankan di STEKPI (jakarta) angkatan 1989 selama 4 tahun lamanya dan setelah selesai, saya hanya bekerja kurang lebih 6 bulan di perkantoran dan akhirnya berhenti kemudian bekerja di perusahaan tersebut. oiya… bagi teman – teman yang ingin hubunga pasutrinya menjadi lebih SEHAT, SEJAHTERA & HARMONIS silahkan mampir di http://www.Klinik38.com produknya good quality koq, hehehe…

Bekerja selama 15 tahun di berbagai bidang memberikan banyak pengalaman bisnis, akan tetapi saya harus keluar dari sana karena ketidaksamaan visi misi. Setelah keluar, baru kemudian saya membangun usaha toko online saya yang sampai April 2014 baru / sudah berusia 3 bulan, hehehe…

Berbicara mengenai salah satu misi saya, saya dulu sempat diberikan sebuah mobil untuk aktivitas harian oleh alm. papa tapi dalam hati saya memiliki tekad untuk mengembalikannya suatu saat nanti tanpa tahu kapan waktunya karena saya dulu masih bekerja dan mustahil untuk mengembalikan ratusan juta hanya mengandalkan gaji saya.

Saat ini karena saya sedang membangun usaha online, saya ingin coba memiliki tekad untuk mengembalikan apa yang pernah saya pinjam dari beliau tapi kali ini saya ingin mengembalikannya bukan dalam bentuk dana tapi dalam wujud sebuah mobil “idaman” yang lebih baik dari yang pernah diberikan kepada saya. Dan karena saya juga sangat menyukai mobil ini, maka saya memutuskan untuk memajangnya di website ini saja.

Honda All New CRV 2015, 2.4 Prestige, Warna Solid Black, Plat Nomor B 27 RIC

Besar harapan saya untuk mewujudkan misi mobil Honda CRV 2.4 prestige di tahun 2015. Sampai detik ini saya masih belum tahu bagaimana pastinya saya bisa membeli mobil ini, tapi saya yakin dan percaya bahwa Tuhan akan membantu saya untuk bisa mendapatkan mobil ini karena saya memiliki tujuan yang baik, yaitu saya ingin mengembalikan apa yang sudah diberikan orangtua saya 3 tahun yang lalu dalam bentuk hadiah yang lebih baik.

Saya percaya ketika saya mampu mengembalikan hadiah ini ke alm.papa saya, saya akan memiliki keyakinan yang jauh lebih besar lagi dari sekarang karena saya tidak lagi memiliki utang apapun ke alm. papa saya (walaupun tidak pernah dianggap utang oleh alm. papa saya) dan saya bebas berkarya untuk tujuan yang jauh lebih besar serta keyakinan yang jauh lebih kuat dari sebelumnya, AAMIIN!

 

Honda-CRV-Black-2.4-Prestige-2015-B-27-RIC-tampak-depan

Honda-CRV-Black-2.4-Prestige-2015-B-27-RIC

WHY?

Mengapa Saya Membangun Bisnis Internet Marketing Abenetwork ?

Selama saya fokus mempelajari ilmu internet marketing mulai dari nol besar dan sekaligus mempraktekkannya dengan membangun sebuah usaha di online. Saya sangat bersyukur karena bisa dikatakan hasilnya cukup baik walaupun masih banyak impian yang ingin saya capai dalam 2 tahun kedepan, dimana salah satunya dengan membangun toko online http://www.Klinik38.com ini.

Selama belajar dan praktek ilmu internet marketing, saya mendapat sebuah pengalaman penting yang saya rasa banyak teman – teman yang juga mengalami seperti yang saya rasakan. Internet adalah sebuah portal yang terbuka bebas dimana hampir setiap orang dapat membagikan apa saja kepada siapa saja, dimana hal ini membuat saya sebagai pemula di internet marketing menjadi sangat kebingungan & “overload information” karena banyak sekali ilmu internet marketing yang bertebaran di online mulai dari yang gratis sampai berbayar sangat mahal, dan sayangnya sebagian besar ilmu yang diajarkan belum tentu dapat dibuktikan kebenarannya.

Saya pernah menghitung secara kasar investasi dana yang telah saya keluarkan, ternyata tidak kurang dari sekian juta rupiah telah saya investasikan untuk mempelajari internet marketing. Saya mengerti bahwa untuk memulai sebuah bidang baru dibutuhkan investasi waktu, tenaga, pikiran dan dana sampai akhirnya kita benar – benar mengerti dan mulai menghasilkan, oleh karena itu saya cukup banyak mengikuti pelatihan – pelatihan internet marketing yang diadakan, mulai dari membeli sebuah ebook seharga Rp. 150.000,- sampai mengikuti workshop online selama 3 hari senilai Rp. 30.000.000,- Tentunya saya mendapat pembelajaran yang sangat berharga dari semua itu.

Akan tetapi saya ingin menggarisbawahi 1 poin penting yang mungkin bermanfaat untuk teman – teman, yaitu terlalu banyak pelatihan / kursus di internet yang tidak memberikan tingkatan ilmu yang sesuai dengan harga yang ditawarkan. Jujur saja selama mempelajari internet marketing, saya cukup banyak mengalami kekecewaan karena tergiur dengan janji – janji / bukti gambar yang ditunjukkan semata oleh penjual kursus internet marketing dimana ilmu yang diajarkan ternyata tidak terbukti menghasilkan seperti yang ditunjukkan oleh penjual kursus. Saya tidak ingin menyalahkan siapapun dalam hal ini, justru saya merasa tergerak untuk memberikan sebuah materi pembelajaran yang berkualitas kepada teman – teman yang baru memulai agar tidak mengalami seperti yang saya jalani.

Oleh karena itu saya berpikir alangkah baiknya kalau saya dapat membuat sebuah website yang berisikan ilmu – ilmu internet marketing yang sudah saya pelajari selama ini dan berbagi kepada teman- teman semua sehingga anda tidak perlu menghabiskan lebih banyak uang untuk mendapatkan ilmu yang sudah terbukti, bahkan dapat anda peroleh dengan gratis di website ini.

Seluruh informasi yang saya berikan di website ini telah saya praktekkan dengan kedua tangan saya sendiri dan buktinya adalah usaha jualan produk pasutri yang saya jalani sampai saat ini. Saya hanya ingin tunjukkan kepada anda bahwa internet marketing itu memang powerfull, jadi anda tidak perlu berkecil hati bila belum menghasilkan sampai saat ini karena saya juga pernah berada di posisi anda. Yang anda perlukan adalah mengikuti teknik internet marketing yang telah diuji, dipraktekkan dan terbukti menghasilkan, seperti yang saya jalani sampai saat ini.

Mengapa Saya Percaya ABENETWORK Akan Menjadi “Amazing”?

Prinsip yang saya pegang dalam menjalani hidup adalah “semaksimal mungkin, saya berusaha untuk tidak mengecewakan orang lain”. Memang sepertinya terkesan klise karena faktanya kita tidak mungkin bisa menyenangkan setiap manusia dalam hidup ini karena pasti akan selalu ada pihak yang tidak menyukai kita sebesar apapun usaha kita untuk membuat mereka tersenyum.

Tapi percayalah… ketika kita bekerja dengan tujuan & harapan besar untuk membantu sebanyak mungkin orang dan bukan berorientasi profit semata… maka kita tidak akan dikecewakan, dan Tuhan selalu mempercayakan hal yang sangat besar kepada setiap manusia yang selalu membantu sesamanya. Karena prinsip, tujuan dan harapan besar itulah, saya menyakini bahwa B.I.M akan menjadi besar di kemudian hari nanti

Mengapa Anda Wajib Mempelajari sistem di Abenetwork?

Sejujurnya website ini hanya memiliki 2 kelebihan yang bisa saya janjikan kepada anda, yaitu:

1. Setiap materi yang diberikan disini telah saya ujicoba dan praktekkan sendiri sehingga saya cukup yakin bahwa apa yang saya tuliskan di blog pribadi saya ini dapat membantu anda dalam membesarkan usaha toko online milik anda

2. Saya berjanji untuk berusaha membantu anda yang baru memulai usaha toko online dengan saling berbagi pengalaman yang sebenarnya. Oleh karena itu silahkan anda berkomentar di kolom komentar dibawah setiap postingan dan saya akan segera membalasnya

Apa Yang Anda Dapatkan disini?

1. Studi kasus ilmu internet marketing yang saya praktekan dan terbukti berhasil! ataupun yang tidak berhasil…

2. Informasi terbaru mengenai dunia internet yang berhubungan dengan membangun usaha toko online

3. Sharing pengalaman pribadi yang saya alami dan manfaatnya untuk anda

4. Teknik / Plugin / Template / Bonus / Software / Rekomendasi terbaik yang bernilai tinggi dengan kualitas premium

5. Motivasi – motivasi terbaik yang akan membuat anda selalu berdiri tegak saat mengalami kesulitan sebesar apapun

Mengapa Harus Punya Mimpi?

Mengapa?

Pernah ke Disneyland?

Pernah pakai dan punya Ipad?

Pernah merasakan terang di malam hari?

Pernah menikmati makan siang di atas awan?

Masih banyak yang bisa dinikmati sekarang, dari yang tidak ada menjadi ada, dari yang tidak mungkin menjadi mungkin?

Semuanya berawal dari MIMPI. Jika tidak pernah bermimpi seperti Walt Disney, Steve Jobs, Thomas Alva Edison, Wright brothers mungkin kita tidak bisa mengajak keluarga bersama menikmati kota kartun Disneyland, tidak bisa menggunakan Ipad untuk main game atau presentasi, tidak bisa menikmati terang lampu di malam hari dan tidak bisa naik pesawat terbang ke seluruh dunia dengan cepat dan masih banyak lagi.

Mimpilah setinggi langit, wujudkan mimpimu apapun itu. Yakinlah dan kejar terus hingga tercapai karena Anda layak mendapatkannya.

my signature

PENCAPAIAN DAN KEINGINAN

PENCAPAIAN DAN KEINGINAN

Sebagian menggerutu, sebagian bersenang-senang. Sebagian menyesali, sebagian bersyukur. Satu tahun lagi terlewati. Serasa seperti baru kemarin kita semua membuat GOAL tahun ini.

“Setiap orang BERHASIL MENCAPAI sesuatu!”. Setiap orang BERHASIL! Tidak juga?

Pada prinsipnya, kita semua memang BERHASIL! Kita BERHASIL MENCAPAI sesuatu! Hanya saja, bagi beberapa yang dicapai adalah yang sesuai KEINGINAN, beberapa tidak. Tapi semuanya BERHASIL!

Prinsip ini mengingatkan kita satu hal penting: bahwa kita semua punya kemampuan untuk MENCAPAI sesuatu! Kita semua adalah ACHIEVER. Kita semua punya mampu menyusun strategi dan mengkreasikan sebuah output atau hasil.
Apakah ini berarti hanya menghibur diri? Tidak juga.

Prinsip ini berarti bahwa kita sebaiknya sadar bahwa kalau kita mampu mencapai sesuatu, berarti kita pun bisa mencapai hal lain. Kita sekarang telah BERHASIL MENCAPAI sesuatu! Kalau ini sesuatu yang sesuai KEINGINAN kita, great! Kalau belum sesuai, tambahkan sumber daya, pakai cara lain, gunakan pendekatan lain, tingkatkan pengetahuan dan kemampuan, dll. Dengan identitas diri, determinasi, keyakinan, kemampuan yang sama dalam diri kita, kita pun bisa MENCAPAI hal lain!! Dan kalau ada seseorang lain BERHASIL MENCAPAI sesuatu yang kita sebenarnya inginkan, kita perlu mempelajari strateginya atau memodelnya.

Seorang yang berbobot 150kg dan merasa sebagai pecundang, misalnya, lebih bermanfaat kalau mempunyai pemikiran bahwa ini adalah sebuah PENCAPAIAN! Kok bisa? Tidak semua orang mampu MENCAPAI 150kg dengan mudah! Bedanya, itu sebuah PENCAPAIAN sesuatu yang tidak sesuai KEINGINAN. Bagaimana dengan orang yang merasa tidak percaya diri (PD) di situasi atau konteks tertentu? Itu juga sebuah PENCAPAIAN! Anda tanyakan kepada orang yang merasa diri PD, tidak mudah untuk menjadi tidak PD di konteks yang sama! Penakut di sebuah konteks? Sama! Itu juga sebuah PENCAPAIAN! Anda tantangin seorang yang merasa diri pemberani, tidak mudah ia menjadi penakut di konteks yang sama! Apa yang telah dicapai oleh orang-orang yang merasa diri tidak berguna, tidak berhasil, dan sejenisnya, tidak mudah dicapai oleh orang-orang yang dianggap lebih berhasil!

Kenapa? Karena “Setiap perilaku bermanfaat di konteks tertentu!”. Ini berarti strategi pencapaian hal-hal yang kita anggap tidak berguna, sebenarnya bisa berguna untuk orang lain di konteks yang sama. Beberapa orang butuh strategi menjadi gemuk, lalu ada yang butuh lebih punya rasa malu, ada yang butuh kontrol keberanian di konteks tertentu, dll. Lalu bagaimana dengan ‘kegagalan’ mencapai target? Kita kenal beberapa orang merasa diri tak terkalahkan atau sebagai ‘Tuhan’ yang selalu bisa mencapai yang diinginkan. ‘Kegagalan’ bisa sangat bermanfaat untuk mereka 🙂

Apa yang kita anggap tidak berguna atau sebagai kegagalan, strategi menuju ke sananya atau strategi PENCAPAIANNYA dibutuhkan oleh orang lain!
Lihat kembali berbagai kinerja, prestasi, dinamika kita semua. Saat kita menoleh kembali, nilailah sebagai PENCAPAIAN! Itu sebuah PENCAPAIAN! Kita adalah ACHIEVER! Kalau memang itu adalah PENCAPAIAN sesuatu yang tidak sesuai KEINGINAN, dan seterusnya adalah saat tepat untuk maju sebagai ACHIEVER dan MENCAPAI yang sesuai KEINGINAN!

Kita semua adalah PEMENANG! Kita semua adalah ACHIEVER!
Mari maju sebagai PEMENANG dan MENCAPAI yang sesuai KEINGINAN kita di tahun 2014!

HAVE A POSITIVE YEAR!

Renungan Mengenai Kesederhanaan

“Life is really simple, but we insist on making it complicated.” ~ Confucius

“The simpler I keep things, the better I play.” ~ Nancy Lopez

Menyaksikan perilaku Jakarta saat matahari mulai terbit mempunyai kenikmatan tersendiri. Sebuah cafe 24 jam yang penuh sesak di pagi hari membawa begitu banyak cerita. Pagi itu, Minggu, jam 07:00, saya menyaksikan sebuah pemandangan yang unik. Seorang kakek sekitar 70 tahun masuk bersama seorang wanita. Asumsi saya anaknya, sekitar pertengahan 30-an, tidak cantik, agak gemuk dan kesan tenang dan damai. Mereka duduk dekat sekali dengan saya. Sang kakek menikmati muffin blueberry, walau dengan sedikit usaha mengunyah. Sementara sang wanita duduk dengan tenang, menyulam di atas sebuah kain putih. Begitu tekun dan tenang. Sebentar-sebentar meneguk kopinya lalu menanyakan kebutuhan sang kakek. Sang wanita melakukannya begitu tenang bagai wanita dalam dongeng sedang menyulam sambil menikmati hidup. Sejenak, dunia begitu pelan dan tenang. Saat saya perhatikan mereka, waktu berhenti. Ini pengalaman mahal, begitu dialog internal saya.

Kadang hal SEDERHANA yang mengantarkan bumi ini berputar. Seperti sepotong roti dengan selai atau nasi goreng dengan telor ceplok untuk sarapan. Seperti segelas kopi di pagi hari untuk seorang pekerja. Seperti pisang goreng dan ubi rebus di sore hari dengan secangkir teh. Seperti kebahagiaan seorang anak kampung mencetak gol saat bermain bola di tengah hujan lebat. Seperti seorang ojek payung dengan senyum berharap kita mengambil payungnya. Seperti seorang pekerja makan nasi campur di warung pinggir jalan. Mudah sekali dan SEDERHANA sekali.

Tapi kenapa kita membuatnya lebih sulit dari yang bisa kita sederhanakan?

Pekerjaan dibuat lebih sulit dari yang sebenarnya mudah. Hubungan dibuat lebih runyam daripada yang sebetulnya indah. Entah kenapa kadang kita meyakinkan diri kita bahwa hidup ini terlalu sulit untuk dibuat mudah. Bahkan kadang dirasa terlalu susah untuk dibawa gembira. Bahkan terlalu serius untuk dibawa lucu. Saat kita sedih, sepertinya kesedihan itu sendiri belum cukup, kita tambahkan lagi kesedihan tersebut dan memandang orang lain aneh saat coba menghibur atau mengatakan bahwa kesedihan kita akan berlalu. Saat kita depresi, bukannya mencari solusi menyenangkan kita membenamkan diri lebih jauh karena tidak yakin bisa senang dalam situasi itu. Saat menemui kesulitan dalam pekerjaan, bukan mencari setiap jalan untuk mengerjakan dengan sukses, kita semakin memikirkan, mencari-cari fakta, dan meyakinkan diri sendiri bahwa itu benar-benar sulit dan tidak bisa dikerjakan. Kadang malah kita membuat rumit sesuatu yang SEDERHANA hanya agar kelihatan atau kedengarannya canggih.

Saya perhatikan dua anak saya bermain kereta-keretaan. Tanpa aturan main, tanpa dialog rumit. Mereka ketawa dan ketawa. Mungkin benar, bahwa semakin SEDERHANA sesuatu hal, semakin mudah pula kita menikmatinya. Mereka malah bingung dan main dengan canggung saat saya turut campur dengan memberi ‘peraturan’ ke permainan mereka. Seolah peraturan mereka lebih SEDERHANA dan karena itu lebih oke. Mungkin benar, demikian pula identitas subconscious (bawah sadar) kita, SEDERHANA seperti anak kecil dan lugu.

Beberapa orang mengatakan, “Ini terlalu mudah, saya butuh sesuatu yang lebih sulit!” Lalu mencari yang lebih sulit. Ini memang soal PILIHAN masing-masing. Beberapa malah mengatakan, “Kalau terlalu mudah, pasti ada sesuatu yang salah atau pasti kurang bagus caranya!”
Beberapa hal dalam hidup ini, sepertinya perlahan-lahan kembali lagi ke ke-SEDERHANA-an. Back to basic, kata orang. Kita bergerak dari SEDERHANA ke modernisasi, dan setelah mencapainya, kita ingin kembali lagi ke ke-SEDERHANA-an. I guess, KEPUTUSAN memang dibuat berdasarkan PILIHAN yang tersedia dalam pikiran kita saat KEPUTUSAN dibuat. Walau secara operasional kita sebenarnya suka MENYEDERHANAKAN atau men-generalisasi agar memudahkan kita, berbagai rasionalisasi, faktor luar, pandangan orang lain, trend, gengsi, persaingan, dan lain-lain, membuat conscious atau ‘alam sadar’ kita bersedia menyulitkan keadaan.

Kata orang “think globally, act locally”. Bagaimana dengan ide “Hidup di alam modern, dengan pemikiran dan perilaku SEDERHANA”? Atau: “Hidup dalam ke-SEDERHANA-an dengan pemikiran dan perilaku modern”? Apapun itu, kembali ke PILIHAN masing-masing. SEDERHANA, bukan?my signature

KEMUDAHAN TANTANGAN HIDUP ATAU KEHEBATAN DIRI?

Ini memang pertanyaan unik. Kadang kita berharap segala sesuatu lebih MUDAH untuk hidup kita. Kita berharap tantangan lebih MUDAH, kita berharap konflik lebih MUDAH diatasi, pekerjaan lebih MUDAH, menjual lebih MUDAH, presentasi lebih MUDAH, dan lain-lain.

Dalam menghadapi sesuatu dalam hidup, PILIHAN-nya ada di dua sisi, yakni mengharap tantangannya lebih MUDAH atau mengharap diri kita yang lebih hebat sehingga mampu menangani tantangan tersebut dengan MUDAH. Kalau kita ingin generalisasi, godaan ter-MUDAH adalah mengharap dan mungkin berdoa agar ‘masalah’, tantangan, kasus, situasi, orang, atau apapun yang kita hadapi, menjadi lebih MUDAH.
Pertanyaannya, kenapa tidak menginginkan kemampuan lebih saja? Kenapa tidak menaikkan kehebatan kita saja? Kenapa MEMILIH ke-MUDAH-an tantangannya?

Pernah seorang  bertanya kalau bisa MEMILIH tantangan yang mudah kenapa harus MEMILIH yang susah? Nah, apakah kita MEMILIH tantangan yang mudah, atau kita MEMILIH menaikkan level kemampuan kita sehingga tantangannya bisa kita hadapi dengan lebih MUDAH? Ada perbedaan di sini. Ada perbedaan antara kemampuan MEMILIH tantangan yang MUDAH, dengan MEMILIH kemampuan untuk memper-MUDAH tantangan yang sulit.
Semakin tinggi level kehebatan atau kemampuan kita, tantangan pun seharusnya lebih MUDAH kita hadapi, dan kita pun dengan MUDAH MEMILIH solusi. Dan semakin tinggi level kehebatan kita pula, semakin MUDAH pula kita memper-MUDAH sebuah tantangan.
Sebuah PRESUPOSISI NLP mengungkap: “Kemampuan untuk mengubah PROSES dimana kita mengalami realita sering lebih berharga daripada mengubah isi dari pengalaman kita mengenai realita tersebut”

Bukan kemampuan untuk mengubah konten atau isi dari tantangannya, atau kemampuan mencari tantangan yang MUDAH, tapi kemampuan mengubah proses dari penyesaian dari tantangan tersebut. Sederhananya, yang lebih bermanfaat adalah strategi, cara, atau kemampuan dalam membaca, melihat, memaknakan, dan mencari solusi tantangannya. Dan ini berhubungan dengan kehebatan kita dalam menghadapi tantangan, bukan ke-MUDAH-an tantangannya.
Ini memang soal PILIHAN.

Saya selalu katakan, tingkat tantangan yang dihadapi pada akhirnya melambangkan tingkat kehebatan orangnya. Dan kehebatan seseorang bukan dari kemampuannya MEMILIH tantangan/masalah yang MUDAH untuk dihadapi, tapi dalam memper-MUDAH tantangan/masalah yang dihadapi dengan kemampuannya.

Jadi, yang mana PILIHAN Anda? Menginginkan tantangan/masalah yang MUDAH, atau menginginkan kehebatan/kemampuan untuk memper-MUDAH tantangan/masalah?

my signature